Ikhtiar Itu Wajib

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”. (Ar-Ra’du [13]: 11)

Jumat, 19 Februari 2010

Duhai Para Suami....


"Sebaik-baik kamu adalah orang yang paling baik terhadap istri…" (At-Turmudzi)


Suatu hari, saya mendengar sebuah cerita dari salah satu teman saya. Dalam perjalanan pulang ke rumahnya, Disela-sela kemacetan, teman saya melihat dengan jelas seorang lelaki dengan kasar menyuruh perempuan yang sedang diboncengnya untuk turun dari motor.


Tampak sekali perempuan itu ketakutan. Air matanya bercucuran, dengan gemetar hati-hati dia turun. Rupanya yang menyebabkan lelaki itu kalap adalah tangisan rewel sang bayi yang sedang digendong. Setelah menumpahkan sumpah serapah pada perempuan tak berdaya itu, dengan seenaknya dia pergi.


Tinggallah perempuan itu kebingungan, menggendong bayi mungil yang menangis tak kunjung berhenti.Dua ibu dalam angkot yang sedang dia naiki, spontan turun. "Sabar ya dek, biarin aja si keparat itu pergi" dengus si ibu berbaju biru dengan logat yang khas. "Adek mau kemana? Sekarang adik pulang, kasihan anaknya nangis terus" kali ini ibu yang berbaju hitam bertanya.


Perempuan itu gemetar, kelu lidahnya berujar, "Ibu, boleh saya pinjam uang 2000 untuk ongkos? Suami saya pergi begitu saja tanpa memberi uang". Ibu-ibu tadi spontan membuka tas dan memberinya uang. Dan air mata itu, melimpah atas rasa kasihan..


Saya meyakini masih banyak fenomena tidak manusiawi yang dilakukan para suami terhadap istri. Lihat saja berita-berita di media massa. Itu baru yang terekspos. Padahal yang tidak muncul ke khalayak ramai pasti lebih banyak lagi. Perlakuan tidak wajar bahkan kekerasan suami terhadap istri bisa dikatakan persoalan internal rumah tangga. Sebuah aib, sehingga sang istri harus memaksakan diri menelan bulat-bulat pil pahit perlakuan suaminya.


Saya pernah melihat seorang ibu yang pura-pura bilang baru jatuh dari kamar mandi hingga memar cukup serius di muka tirusnya, padahal banyak orang tahu dia baru saja dihajar sang suami tercinta.

Apa yang menyebabkan suami begitu tega terhadap istrinya? Menurut saya, suami yang demikian. tidaklah gentle, karena ia berani hanya pada seorang perempuan. Perempuan yang seharusnya ia lindungi.


Perempuan yang seharusnya mendapatkan perlakuan yang baik karena telah begitu banyak berjasa. Istri adalah perempuan yang mengandung anaknya dengan susah payah dalam hitungan waktu yang tidak sebentar, setelah itu mempertaruhkan nyawa untuk proses melahirkan.


Istrinya yang menyediakan makanan untuk seluruh keluarga, bahkan mungkin menyediakan telinga untuk menjadi pendengar yang baik, menyediakan stock kata-kata yang menghibur ketika suami mendapatkan masalah, bahkan mungkin solusi. Apakah ada alasan setelah istri berbuat yang terbaik untuk keluarganya mendapatkan perlakuan yang sewenang-wenang?


Kepada para suami, ingatlah, istri adalah sesuatu yang istimewa. Sayangilah ia, karena ia adalah penyejuk mata, pembangun rumah tangga yang menjelma surga. Bimbinglah istri dengan lemah lembut,karena ia dicipta dengan banyak anugerah mulia. Jangan pernah mencampakkan istri, untuk kondisi apapun, karena ia adalah ibu dari anak-anak yang kau bina secara bersama. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, jangan pernah meruntuhkan madrasah pembentuk karakter bangsa.


Sayangi ia, karena ibumu juga istri dari suami yang menyayangi. Tersenyumlah untuk segala hal yang ia persembahkan kepadamu. Berjanjilah untuk tidak membuatnya mengeluarkan air mata-air mata kedukaan. Tirulah Rasulullah yang selalu berbuat baik kepada para istrinya. Dalam hadistnya beliau menekankan, "Sebaik-baik kamu adalah orang yang paling baik terhadap istri, dan aku adalah orang yang paling baik diantara sekalian terhadap istri" (At-Turmudzi).


Bahkan beliau pernah bersabda, "Barang siapa yang menggembirakan seorang wanita (istri), seakan-akan menangis karena takut kepada Allah. Barangsiapa menangis karena takut kepada Allah, maka Allah mengharamkan tubuhnya dari neraka".


Jadi kepada para suami, tunggu apa lagi?

0 comments:

Posting Komentar

 

Sponsor Blog Ini